Tips Cara Mengajari Anak Autism

Guru yang baik membantu ku untuk mencapai kesuksesan. Aku mampu untuk mengatasi autism karena aku punya guru yang baik. Pada usia 2,5 tahun aku ditempatkan di sebuah sekolah khusus dengan guru-guru yang berpengalaman. Sejak usia awal, aku diajarkan untuk bersikap dan berkelakuan baik di meja makan.

Anak autism perlu memiliki hari yang terstruktur, dan guru-guru tahu cara untuk mengarahkannya dengan lembut. Antara usia 2,4 sampai 5 tahun, hari-hari ku distruktur, dan aku tidak diperbolehkan untuk mengabaikannya.

Setiap 3 kali dalam seminggu, aku harus mengikuti theraphy berbicara, dan ibuku meminta seorang pengasuh menemani aku dan saudari ku untuk bermain game selama 3 sampai 4 jam setiap hari. Dia mengajarkan aku tentang cara 'mengambil giliran' selama melakukan aktivitas bermain. Saat kami membuat bola salju, dia menyuruhku untuk melemparkan bola ke bawah, dan kemudian saudari ku harus mengambil giliran.

Pada waktu makan, semua orang makan bersama, dan aku tidak diperbolehkan untuk "memukul." Satu-satunya waktu yang diperbolehkan bagi ku untuk kembali ke perilaku autism adalah selama 1 jam setelah makan siang. Kombinasi dari sekolah khusus, speech therapy, aktivitas bermain, dan "perlaku saat makan" ini membuat otak ku bisa tetap terhubungan dengan dunia.

1. Anak autism umumnya adalah pemikir visual. Mereka berpikir melalui gambar. Dia tidak berpikir dengan bahasa. Semua pemikirannya itu seperti videotapes yang berjalan di dalam imajinasinya. Gambar adalah bahasa utama mereka, dan kata-kata adalah bahasa kedua.

Kata benda adalah kata termudah untuk dipelajari karena dengan kata tersebut anak autism bisa membuat gambar di dalam pikirannya. Untuk mengajari kata-kata misalnya "angkat" atau "letakkan", para guru seharusnya menunjukkan gerakan tersebut pada anak autism.

Sebagai contoh, gunakan sebuah mainan dan katakan "angkat" saat anda mengangkat mainan dari atas meja. Sebagian anak autism akan belajar lebih cepat jika menggunakan kartu yang bertuliskan "angkat" dan "letakkan" dan ditempel pada mainan tersebut.

Kartu yang bertuliskan "angkat" ditempelkan saat mainan diangkat. Dan kartu yang beruliskan "letakkan" ditempelkan saat mainan diletakkan.

2. Hindari kata perintah yang panjang. Anak autism punya masalah untuk mengingat urutan. Jika anak tersebut bisa membaca, maka tuliskan perintah pada secarik kertas.

Anak autism tidak bisa mengingat urutan. Jika mereka ditanya mengenai letak suatu tempat, dia cuma bisa mengingat tiga langkah. Jadi, letak dari suatu tempat yang memiliki lebih dari tiga langkah harus dituliskan.

Anak autism juga sulit untuk mengingat nomor telephone karena dia bisa membuat gambar dari nomor tersebut di dalam pikirannya.

3. Banyak anak autism yang pintar menggambar, melukis dan memprogram komputer. Bakat ini seharusnya diberikan dorongan. Perkembangan anak autism sebaiknya lebih ditekankan ke arah pengembangan bakat. Sebab, bakat tersebut bisa diubah menjadi skill yang nantinya bisa dia pergunakan.

4. Banyak anak autism yang terfokus pada satu objek misalnya kereta atau peta. Cara terbaik untuk menghadapi ini adalah dengan menggunakan objek tersebut dalam tugas-tugas sekolah.

Misalnya, jika anak autism tersebut menyukai kereta, maka gunakan kereta tersebut untuk mengajari mereka tentang membaca dan berhitung. Bacakan sebuah buku mengenai kereta dan ajari mereka berhitung menggunakan kereta.

5. Gunakan metode visual untuk mengajari mereka tentang konsep angka. Berikan anak autism mainan yang bisa membantu mereka untuk belajar mengenai angka.

Mainan ini biasanya terdiri dari satu set block dengan ukuran dan warna yang berbeda untuk masing-masing angka. Dengan mainan ini, anak autism bisa belajar cara menambah dan mengurangi.

6. Banyak anak autism yang punya kesulitan untuk mengendalikan tangannya. Untuk bisa menulis dengan rapi terkadang membuat menjadi sangat kesulitan. Ini bisa membuat mereka jadi frustasi.

Untuk mengurangi rasa frustasi dan membantu anak autism agar bisa menikmati aktivitas menulis, biarkan mereka menggunakan keyboard komputer. Mengetik seringkali jauh lebih mudah.

7. Sebagian anak autism akan belajar membaca lebih cepat dengan bantuan suara, sementara sebagian yang lain akan lebih mudah jika diminta mengingat kata. Anak autism seringkali akan belajar dengan cepat jika menggunakan flash card dan buku-buku bergambar sehingga kata-kata tersebut akan dihubungkan dengan gambar.

Sangat penting untuk menyamakan antara gambar dan kata yang tercetak di sisi kartu. Saat mengajarkan kata benda, anak autism harus mendengarkan anda berbicara dan melihat gambar serta kata yang tercetak secara bergantian.

Sebagai contoh, saat mengajarkan kata kerja  "lompat", maka anda akan melompat ke atas dan ke bawah sambil memegang kartu yang bertuliskan kata "lompat."

8. Anak autism perlu untuk dijauhkan dari suara bising. Suara yang paling sering akan menyebabkan masalah adalah suara bell sekolah, dan suara kursi yang terseret di lantai.

Dalam banyak kasus, anak autism akan mampu untuk mentoleransi suara bell jika diredam dengan kertas tissue atau lackban. Suara kursi yang terseret bisa diredam dengan menempatkan potongan bola tennis diujung kaki kursi atau dengan membentangkan karpet.

Seorang anak mungkin akan takut pada ruangan-ruangan tertentu karena dia mungkin takut menjadi terkejut oleh suara dari sumber tertentu. Ketakutan yang disebabkan suara ini bisa menyebabkan perilaku yang buruk.

Jika seorang anak autism menutupi telinganya, itu adalah tanda bahwa suara tertentu telah menyakiti telinganya.

Terkadang, sensitivitas terhadap suatu tertentu ini bisa di menimalisir dengan cara merekam suara tersebut pada tape recorder. Ini akan membuat anak autism mampu untuk mengantisipasi suara tersebut sedikit demi sedikit. Anak autism harus diberikan kebebasan untuk mengendalikan playback dari suara yang direkam tersebut.

9. Sebagian anak autism akan terganggu oleh gangguan visual dan cahaya yang menyilaukan. Ini mungkin disebabkan karena mereka bisa melihat kedipan dari 60 cycle elektris. Untuk menghindari ini, tempatkan meja anak tersebut di dekat jendela atau cobalah untuk menghindari cahaya yang menyilaukan.

Jika cahaya tidak bisa dihindari, gunakan bola lampu terbaru yang bisa anda dapat. Sebab bola lampu terbaru akan lebih jarang berkedip. Kedipan dari cahaya yang berpijar juga bisa dikurangi dengan menempatkan lampu dengan bola lampu yang kuno disebelah meja anak autism.

10. Sebagian anak autism yang hyperactive dan selalu gelisah seringkali akan menjadi tenang saat mereka dipakaikan rompi yang berat. Tekanan dari pakaian membantu mereka untuk menenangkan sistem syarafnya.

Untuk hasil yang lebih baik, rompi seharusnya digunakan selama dua puluh menit, dan kemudian dilepaskan selama beberapa menit. Ini untuk mencegah adaptasi dari sistem syaraf.

11. Sebagian anak autism akan mampu merespon, melakukan kontak mata, dan berbicara dengan lebih baik jika guru yang berinteraksi dengan mereka membiarkan mereka untuk berputar atau berguling di atas matras.

Sensor input yang berasal dari putaran atau tekanan matras terkadang membantu mereka untuk berbicara dengan lebih lancar. Berputar seharusnya selalu dilakukan sebagai permainan yang menyenangkan. Jangan pernah memaksakannya.

12. Sebagian anak autism bisa bernyanyi dengan lebih baik dibanding berbicara. Mereka merespon dengan lebih baik jika kata-kata dan kalimat tersebut dinyanyikan untuk mereka. Sebagian anak autism yang sangat sensitif terhadap suara akan merespon dengan lebih baik jika guru berbicara dengan cara berbisik.

13. Sebagian anak autism yang nonverbal tidak bisa memproses input visual dan audio secara bersamaan. Mereka bersifat mono-channel. Mereka tidak bisa melihat dan mendengar secara bersamaan.

Mereka seharusnya tidak diminta untuk melihat dan mendengar di waktu yang sama. Mereka seharusnya hanya diberikan satu tugas saja (visual atau audio) secara bergantian. Itu karena sistem syaraf mereka tidak mampu untuk memproses input visual dan audio secara simultant.

14. Pada anak autism nonverbal yang lebih dewasa, sentuhan seringkali adalah jenis komunikasi yang terbaik. Lebih mudah bagi mereka untuk merasa. Huruf terkadang bisa diajarkan dengan membiarkan mereka untuk menyentuh huruf yang terbuat dari plastik.

Mereka bisa belajar mengenai jadwal harian dengan merasakan objek selama beberapa menit sebelum melakukan aktivitas yang dijadwalkan.

Sebagai contoh, lima puluh menit sebelum anak autism makan siang biarkan dia untuk memegang sendok. Biarkan dia memegang mobil-smobilan selama beberapa menit sebelum masuk ke dalam mobil.

15. Sebagian anak autism akan lebih mudah belajar jika keyboard komputer diletakkan didekat layar monitor. Ini membuat mereka bisa melihat keyboard dan monitor secara simultant. Sebagian lagi, punya kesulitan untuk mengingat apakah mereka harus melihat monitor setelah menekan sebuah huruf di keyboard.

16. Anak autism yang nonverbal akan lebih mudah untuk menghubungkan kata dengan gambar jika mereka melihat gambar dan kata yang tercetak diatas flashcard.

Sebagian anak tidak mengerti sebaris gambar, jadi sebaiknya mulailah lebih dulu dengan objek real atau photo. Gambar dan kata-kata seharusnya berasa pada sisi yang sama dari kartu.

17. Sebagian anak autism tidak tahu bahwa berbicara itu adalah cara untuk berkomunikasi. Belajar bahasa bisa difasilitasi jika latihan bahasa memicu komunikasi. Jika anak meminta cangkir, berikan dia cangkir. Jika anak meminta piring, saat sebenarnya dia meminta cangkir, maka berikan piring.

Anak tersebut perlu untuk belajar bahwa saat dia mengucapkan kata-kata, maka hal yang kongkret akan terjadi. Akan lebih mudah bagi anak autism untuk belajar bahwa kata-kata mereka salah jika kata-kata yang salah tersebut menghasilkan objek yang salah.

18. Sebagian besar penderita autism punya kesulitan untuk menggunakan mouse komputer. Cobalah dengan roller ball (atau tracking ball) yang punya tombol terpisah untuk di klik.

Penderita autism yang punya kesulitan untuk mengontrol gerakan tangannya akan merasa sangat kesulitan untuk menahan mouse saat ingin mengklik tombolnya.

19. Anak autism yang kesulitan untuk memahami pembicaraan, akan kesulitan untuk membedakan konsonant, misalnya antara huruf 'B' dalam buku dan 'k' dalan kuku.

Meski mungkin anak tersebut telah lulus test pendengaran nada, tapi dia mungkin masih tetap sulit untuk mendengar konsonant. Anak-anak yang berbicara dengan suara vowel tidak bisa mendengar konsonant.

20. Sebagian orang tua menginformasikan bahwa mereka menggunakan pembesar caption pada televisi membantu anak-anak mereka untuk belajar membaca. Anak-anak tersebut mampu untuk membaca caption dan menyamakannya dengan ucapan.

Merekam acara favorit dengan caption juga bisa membantu sebab rekaman tersebut nantinya bisa diputar secara berulang-ulang.

21. Sebagian anak autism tidak bisa memahami bahwa mouse komputer akan menggerakkan panah yang ada dilayar monitor. Mereka mungkin akan lebih mudah untuk belajar jika sebuah kertas yang mirip dengan panah yang ada dilayar monitor ditempelkan di atas mouse.

22. Anak autism yang punya masalah dengan pemrosesan visual akan bisa melihat kedipan di layar monitor yang sejenis dengan TV. Terkadang, mereka bisa melihat dengan lebih baik di laptop dan monitor flat yang lebih jarang berkedip.

23. Anak autism yang takut pada escalator seringkali punya masalah dalam memproses visual. Mereka takut pada escalator karena tidak bisa menentukan kapan waktunya untuk naik dan kapan waktunya untuk turun. Anak ini juga mungkin tidak mampu untuk mentoleransi cahaya yang berpijar.

24. Anak autism yang punya masalah dalam memproses visual seringkali menjadi mudah untuk membaca jika huruf yang berwarna hitam dicetak pada kertas yang berwarna.

25. Mengajar anak autism secara general seringkali akan menimbulkan masalah. Untuk mengajarkan seorang anak mengenai prinsip general untuk tidak menyeberang secara sembarangan harus diajarkan pada berbagai lokasi yang berbeda.

Jika dia hanya diajarkan pada satu lokasi, maka anak tersebut akan berpikir bahwa aturan itu cuma berlaku untuk satu tempat spesifik saja.

26. Sebuah masalah umum yang sering dihadapi adalah anak autism mungkin bisa menggunakan toilet di rumah dengan benar tapi menolak untuk menggunakan toilet yang ada disekolah. Ini mungkin karena mereka tidak mengenali toilet tersebut.

Hilde de Clereq dari Belgia menemukan bahwa seorang anak autism mungkin menggunakan detail kecil yang non-relevant untuk mengenali sebuah objek, misalnya toilet. Butuh sedikit penyelidikan untuk mengetahui detail tersebut.

Dalam sebuah kasus, seorang anak cuma mau menggunakan toilet dirumah yang tempat dudukannya berwarna hitam. Orang tua dan gurunya mampu membuatnya mau untuk menggunakan toilet disekolah dengan menutupi dudukan toilet dengan plester berwarna hitam.

Setelah itu, plester ini dilepas sehingga toilet dengan tempat dudukan yang berwarna putih akan kembali dikenali sebagai toilet.

27. Anak autism sangat sulit untuk mengurutkan. Terkadang mereka tidak mengerti saat tugas yang diberikan terdiri dari serangkaian langkah.

Seorang ahli therapy sukses mengajarkan anak autism yang nonverbal untuk menggunakan perosotan di taman bermain dengan cara menuntunnya untuk berjalan menaiki tangga dan kemudian meluncur ke bawah menggunakan perosotan.

Sebuah tugas yang terdiri dari serangkaian langkah harus diajarkan dengan cara menyentuh dan menggerakkan anak tersebut, bukan sekedar dengan cara menunjukkannya.

Mengajarkan anak autism cara memakai sepatu juga bisa dengan cara seperti ini. Guru seharusnya menempatkan tangannya diatas tangan anak autism dan menggerakkan tangan anak tersebut ke atas kakinya sehingga dia bisa merasa dan memahami bentuk dari kakinya.

Langkah berikutnya adalah menuntun anak tersebut untuk merasakan sepatunya, dari dalam dan dari luar. Untuk mengajarkannya cara memakai sepatu, guru harus membimbing tangan anak tersebut ke arah sepatunya, dan dengan metode tangan-ke-tangan, mengarahkan sepatu tersebut ke arah kaki si anak.

Ini membuat anak autism bisa merasakan seluruh tugas dari memasang sepatu.

28. Rewel saat makan adalah masalah umum. Pada sebagian kasus, anak autism mungkin terpaku oleh sebuah detail untuk mengidentifikasi makanan tertentu.

Hilde de Clerq menemukan bahwa seorang anak autism cuma mau makan Chiquita bananas karena dia terpaku pada labelnya. Sedangkan buah lain misalnya apel dan jeruk mau diterimanya jika label Chiquita ditempelkan.

Jadi, cobalah untuk menempatkan makanan yang berbeda pada kotak makanan yang sama.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme | Blogger Templates | Credit Card Offers